Mual Saat Hamil, Wajarkah?!

Jika Anda telah dikatakan positif hamil, apakah sebelumnya atau sesudahnya Anda mengalami mual atau bahkan muntah? Jika jawabannya iya, Anda tidak perlu khawatir. Asalkan frekuensi mual dan muntah yang Anda alami masih dalam tahap yang wajar. Mual dan muntah ketika hamil merupakan salah satu sinyal bahwa terdapat jiwa baru dalam tubuh Anda.

Pertanda ini akan berbeda-beda bentuk untuk setiap ibu hamil. Sama seperti nyeri ketika menstruasi yang juga akan dialami berbeda-beda untuk setiap wanita. Anda perlu mengetahui bahwa bahkan terdapat wanita hamil yang tidak mengalami mual dan muntah sama sekali.

Berikut ini akan penulis paparkan penyebab umum dari mual muntah yang wajar dialami ibu hamil :


  • Perubahan hormon yang meningkat drastis
Selama kehamilan terjadi, peran hormon yang berpengaruh adalah hormon esterogen, progesteron dan HCG (Human Chronic Gonadotropin). Ketiga hormon inilah yang bertambah pesat untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin dan perubahan dalam tubuh ibu. Perubahan yang dialami oleh ibu ini serta merta dilakukan untuk mempersiapkan kehamilan, kelahiran dan mendukung hidup janin di luar kandungan. Dilain pihak, lonjakan yang tajam selama usia kehamilan 0-12 pekan akan membuat rasa mual dan muntah bertambah. Terutama hormon HCG yang dihasilkan oleh ari-ari bayi merupakan alasan utama mual dan muntah dialami hampir 70% hingga 90% trimester pertama kehamilan.

  • Proses adaptasi tubuh
Tubuh wanita hamil jelas akan mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan sebelum hamil. Perubahan yang terjadi diantaranya melembeknya saluran vagina, lunturnya rahim, perkembangan sekunder payudara, organ pencernaan yang terdesak ke belakang, dan volume darah ibu hamil. Proses perubahan ini jelas memerlukan adaptasi dari tubuh wanita tersebut untuk mempersiapkan diri atas perubahannya. Bentuk adaptasi yang umum akan dirasakan ibu hamil adalah mual, muntah, pusing, dan kurang nafsu makan. Namun seperti proses adaptasi yang lainnya, ketika dirasa cukup makan tanda-tanda ini akan menghilang dengan sendirinya.
panduan lengkap ibu hamil

  • Peningkatan sensitivitas
Ibu hamil diketahui inderanya akan cenderung lebih sensitif dibandingkan sebelumnya. Indra yang lebih sensitif adalah penciuman dan perasa. Sehingga jika ibu hamil mencium bau yang menyengat, bau busuk, bau yang mengganggu dan rasa yang terlalu kuat akan memicu frekuensi mual dan juga muntahnya. Rasa seperti asam, pedas, bersantan atau terlalu gurih, terlalu manis, dan rasa yang terlalu berlemak, umumnya ibu hamil akan menunjukkan reaksi mual dan muntah. Oleh karena itulah, ibu hamil cenderung akan lebih menghindari beberapa jenis bebauan termasuk parfum agar rasa mual dan muntahnya tidak terangsang.

  • Konsumsi makanan
Makanan umumnya akan memicu frekuensi mual muntah ibu hamil. Hal ini pun akan menyerang ketika ibu hamil mengkonsumsi makanan favoritnya. Makanan yang berlemak, digoreng, bersantan, pedas, berasa asam dan terlalu manis akan menyebabkan mual muntah yang lebih sering. Mengkonsumsi makanan yang banyak juga dapat mengakibatkan mula dan muntah.

Oleh karena itulah, ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan porsi sedikit namun sering untuk menghindari gejala mual dan muntah. Selain itu, ibu hamil juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi makanan yang merangsang rasa mual. Umumnya, ini akan disarankan untuk mengganti nasi putih dengan biskuit susu atau buah-buahan.

  • Sistem pencernaan yang berubah
Sewaktu hamil, ibu seringkali mengalami lonjakan hormon progesteron yang berperan dalam relaksasi otot-otot di sekitar rahim, sehingga kehamilan dapat dipertahankan. Hal ini kemudian juga mempengaruhi sistem pencernaan. Proses mencerna makanan yang melambat menyebabkan terjadinya mual dan muntah.

  • Psikologis
Ibu hamil umumnya akan mengalami dorongan psikologis yakni ingin lebih diperhatikan dan disayangi. Keinginan inilah yang kemudian menyebabkan mual dan muntah. Penyebab yang satu ini memang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Namun, aspek psikologis ibu hamil dapat mempengaruhi hal ini.

Dalam hasil riset dibuktikan bahwa, hampir 75% hingga 90% ibu hamil akan mengalami gejala mual dan muntah, sehingga akan dianggap wajar jika seorang wanita hamil muda mengalami mual. Namun, frekuensi yang wajar adalah tidak mempengaruhi kesehatan wanita tersebut. Ketika Anda menemukan gejala yang mencurigakan, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan agar kandungan Anda lebih aman. Semoga bermanfaat.

Dapatkan panduan lengkap Ibu Hamil disini 

Mual Saat Hamil, Wajarkah?!